1. Pendahuluan
Array multidimensi merupakan pengembangan dari array satu dimensi. Struktur data ini digunakan untuk menyimpan data yang tersusun dalam bentuk tabel atau matriks, seperti nilai mahasiswa per mata kuliah, data penjualan per bulan, dan lain-lain.
Pada pertemuan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami konsep array dua dimensi (matriks), melakukan operasi dasar pada matriks, serta mengimplementasikannya dalam program C++ sederhana.
2. Konsep Array Multidimensi
Array multidimensi adalah array yang memiliki lebih dari satu indeks. Bentuk yang paling sering digunakan adalah array dua dimensi (2D).
Array 2D dapat dianggap sebagai tabel yang terdiri dari baris dan kolom.
Ilustrasi Matriks 2×3:
| Kolom 0 | Kolom 1 | Kolom 2 | |
|---|---|---|---|
| Baris 0 | a[0][0] | a[0][1] | a[0][2] |
| Baris 1 | a[1][0] | a[1][1] | a[1][2] |
Indeks array 2D di C++ juga dimulai dari 0.
3. Deklarasi Array 2D (Matriks)
Bentuk umum deklarasi array dua dimensi:
tipe_data nama_array[jumlah_baris][jumlah_kolom];
Contoh:
int matriks[2][3];
Artinya: array matriks dengan 2 baris dan 3 kolom.
4. Inisialisasi Array 2D
4.1 Inisialisasi saat deklarasi
int matriks[2][2] = {
{1, 2},
{3, 4}
};
4.2 Mengisi array 2D menggunakan perulangan
for (int i = 0; i < 2; i++) {
for (int j = 0; j < 2; j++) {
cin >> matriks[i][j];
}
}
5. Operasi Dasar pada Matriks
5.1 Penjumlahan Matriks
Syarat penjumlahan matriks:
- Ukuran matriks harus sama
Rumus:
C[i][j] = A[i][j] + B[i][j]
5.2 Transpose Matriks
Transpose matriks adalah proses menukar baris menjadi kolom.
Rumus:
Transpose[j][i] = Matriks[i][j]
6. Praktik: Program Penjumlahan Matriks 2×2
Studi Kasus
Buat program C++ untuk:
- Memasukkan dua matriks berukuran 2×2
- Menjumlahkan kedua matriks
- Menampilkan hasil penjumlahan
Contoh Program C++
#include <iostream>
using namespace std;
int main() {
int A[2][2], B[2][2], C[2][2];
cout << "Masukkan elemen matriks A:\n";
for (int i = 0; i < 2; i++) {
for (int j = 0; j < 2; j++) {
cin >> A[i][j];
}
}
cout << "Masukkan elemen matriks B:\n";
for (int i = 0; i < 2; i++) {
for (int j = 0; j < 2; j++) {
cin >> B[i][j];
}
}
for (int i = 0; i < 2; i++) {
for (int j = 0; j < 2; j++) {
C[i][j] = A[i][j] + B[i][j];
}
}
cout << "Hasil penjumlahan matriks:\n";
for (int i = 0; i < 2; i++) {
for (int j = 0; j < 2; j++) {
cout << C[i][j] << " ";
}
cout << endl;
}
return 0;
}
7. Kesalahan Umum dalam Array Multidimensi
- Salah menentukan jumlah baris dan kolom
- Mengakses indeks di luar batas array
- Tertukar antara indeks baris dan kolom
8. Ringkasan
- Array multidimensi digunakan untuk data berbentuk tabel atau matriks
- Array 2D memiliki dua indeks: baris dan kolom
- Operasi dasar matriks meliputi penjumlahan dan transpose
- Array 2D sering dikombinasikan dengan perulangan bersarang
9. Latihan
- Buat program untuk menghitung transpose matriks 3×3.
- Buat program untuk mencari elemen terbesar dalam matriks.
- Buat program perkalian dua matriks 2×2.