π’ 1. Pendahuluan
π Deskripsi Materi
Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) merupakan salah satu metode paling populer dalam Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang digunakan untuk menentukan prioritas keputusan berdasarkan perbandingan berpasangan (pairwise comparison).
Metode ini dikembangkan oleh:
- Thomas L. Saaty
AHP digunakan untuk:
- Menentukan prioritas
- Memilih alternatif terbaik
- Menentukan bobot kriteria
- Menyelesaikan masalah multikriteria
π Keunggulan AHP
- Struktur hierarki jelas
- Mendukung keputusan kompleks
- Mengukur konsistensi keputusan
- Mudah dipahami secara visual
- Banyak digunakan di dunia nyata
π Ruang Lingkup Materi
Materi ini membahas:
- Pengertian AHP
- Konsep dasar AHP
- Struktur hierarki
- Pairwise comparison
- Matriks perbandingan
- Eigen vector
- Consistency Ratio (CR)
- Langkah perhitungan AHP
- Implementasi Excel
- Studi kasus nyata
πΌοΈ Ilustrasi Metode AHP
7
π’ 2. Pengertian Metode AHP
π Definisi AHP
Analytical Hierarchy Process (AHP) adalah metode pengambilan keputusan multikriteria yang menggunakan struktur hierarki dan perbandingan berpasangan untuk menentukan prioritas alternatif terbaik.
π Narasi Penjelasan
AHP membantu menyelesaikan masalah yang:
- Kompleks
- Banyak kriteria
- Banyak alternatif
- Sulit ditentukan prioritasnya
Contoh:
Pemilihan laptop terbaik berdasarkan:
- Harga
- RAM
- SSD
- Processor
AHP membantu menentukan:
- Kriteria mana paling penting
- Alternatif mana terbaik
π Tabel Karakteristik AHP
| Karakteristik | Penjelasan |
|---|---|
| Hirarki | Struktur bertingkat |
| Pairwise comparison | Perbandingan berpasangan |
| Konsistensi | Mengukur stabilitas keputusan |
| Prioritas | Menghasilkan ranking |
π’ 3. Konsep Dasar AHP
π Konsep Utama AHP
AHP terdiri dari:
- Tujuan
- Kriteria
- Subkriteria
- Alternatif
π Narasi Penjelasan
Struktur AHP berbentuk hierarki:
Level 1
Tujuan keputusan
Level 2
Kriteria
Level 3
Alternatif
Metode AHP bekerja dengan membandingkan setiap elemen secara berpasangan.
πΌοΈ Diagram Hierarki AHP
6
π’ 4. Struktur Hierarki AHP
π‘ 4.1 Level Tujuan
π Pengertian
Tujuan utama keputusan.
Contoh:
Menentukan laptop terbaik.
π‘ 4.2 Level Kriteria
π Pengertian
Faktor penilaian.
Contoh:
- Harga
- RAM
- SSD
- Processor
π‘ 4.3 Level Alternatif
π Pengertian
Pilihan yang dibandingkan.
Contoh:
- Asus
- Lenovo
- Acer
π Contoh Struktur Hierarki
| Level | Isi |
|---|---|
| 1 | Tujuan |
| 2 | Kriteria |
| 3 | Alternatif |
πΌοΈ Ilustrasi Struktur Hierarki
6
π’ 5. Skala Perbandingan AHP
π Skala Saaty
AHP menggunakan skala 1β9.
π Tabel Skala Saaty
| Nilai | Keterangan |
|---|---|
| 1 | Sama penting |
| 3 | Sedikit lebih penting |
| 5 | Lebih penting |
| 7 | Sangat penting |
| 9 | Mutlak lebih penting |
| 2,4,6,8 | Nilai tengah |
π Narasi Penjelasan
Contoh:
Jika Harga sedikit lebih penting dibanding RAM:
- Harga vs RAM = 3
- RAM vs Harga = 1/3
πΌοΈ Diagram Skala Saaty
7
π’ 6. Matriks Perbandingan Berpasangan
π Pengertian
Matriks perbandingan digunakan untuk membandingkan antar kriteria atau alternatif.
π Contoh Matriks
| Kriteria | Harga | RAM | SSD |
|---|---|---|---|
| Harga | 1 | 3 | 5 |
| RAM | 1/3 | 1 | 2 |
| SSD | 1/5 | 1/2 | 1 |
π Narasi Penjelasan
Matriks ini menunjukkan tingkat kepentingan antar kriteria.
Nilai diagonal selalu:1
Karena suatu elemen dibandingkan dengan dirinya sendiri.
πΌοΈ Ilustrasi Pairwise Comparison
9
π’ 7. Normalisasi Matriks AHP
π Tujuan Normalisasi
Normalisasi digunakan untuk:
- Menyamakan skala
- Menghitung prioritas
π Rumus Normalisasi
rijβ=βxijβxijββ
π Narasi Penjelasan
Setiap nilai dibagi total kolom.
Hasil normalisasi digunakan untuk:
- Menghitung eigen vector
- Menentukan bobot prioritas
π Contoh Hasil Normalisasi
| Kriteria | Harga | RAM | SSD |
|---|---|---|---|
| Harga | 0.65 | 0.67 | 0.63 |
| RAM | 0.22 | 0.22 | 0.25 |
| SSD | 0.13 | 0.11 | 0.12 |
π’ 8. Menghitung Eigen Vector
π Pengertian
Eigen vector adalah nilai prioritas atau bobot tiap kriteria.
π Rumus Eigen Vector
wiβ=nβrijββ
π Narasi Penjelasan
Nilai rata-rata tiap baris digunakan sebagai bobot prioritas.
Bobot terbesar menunjukkan:
- Kriteria paling penting
π Contoh Bobot Prioritas
| Kriteria | Bobot |
|---|---|
| Harga | 0.65 |
| RAM | 0.23 |
| SSD | 0.12 |
πΌοΈ Diagram Bobot Prioritas
6
π’ 9. Konsistensi dalam AHP
π Pengertian Konsistensi
AHP mengukur apakah keputusan konsisten atau tidak.
π Parameter Konsistensi
- Consistency Index (CI)
- Consistency Ratio (CR)
π‘ 9.1 Rumus Consistency Index
CI=nβ1Ξ»maxββnβ
π‘ 9.2 Rumus Consistency Ratio
CR=RICIβ
π Aturan Konsistensi
| Nilai CR | Keterangan |
|---|---|
| CR β€ 0.1 | Konsisten |
| CR > 0.1 | Tidak konsisten |
π Narasi Penjelasan
Jika CR terlalu besar:
- Penilaian harus diperbaiki
- Perbandingan dianggap tidak stabil
πΌοΈ Ilustrasi Konsistensi AHP
8
π’ 10. Langkah Lengkap Metode AHP
π Tahapan AHP
- Menentukan tujuan
- Membuat hierarki
- Menentukan matriks perbandingan
- Normalisasi matriks
- Menghitung eigen vector
- Menghitung konsistensi
- Menentukan ranking
πΌοΈ Flowchart AHP
6
π’ 11. Contoh Kasus AHP
π‘ Studi Kasus
Pemilihan Laptop Terbaik.
π Kriteria
- Harga
- RAM
- SSD
π Alternatif
- Asus
- Lenovo
- Acer
π Pairwise Comparison
| Kriteria | Harga | RAM | SSD |
|---|---|---|---|
| Harga | 1 | 3 | 5 |
| RAM | 1/3 | 1 | 2 |
| SSD | 1/5 | 1/2 | 1 |
π Hasil Bobot
| Kriteria | Bobot |
|---|---|
| Harga | 0.65 |
| RAM | 0.23 |
| SSD | 0.12 |
π Ranking Alternatif
| Alternatif | Nilai |
|---|---|
| Asus | 0.45 |
| Lenovo | 0.35 |
| Acer | 0.20 |
πΌοΈ Ilustrasi Studi Kasus AHP
6
π’ 12. Tutorial Praktikum Menggunakan Excel
π» Praktikum AHP di Excel
π Langkah 1
Buka Microsoft Excel
π Langkah 2
Input matriks perbandingan.
π Langkah 3
Hitung total kolom.
π Langkah 4
Lakukan normalisasi:
=B2/$B$5
π Langkah 5
Hitung rata-rata baris:
=AVERAGE(B2:D2)
π Langkah 6
Hitung Consistency Ratio.
πΌοΈ Tutorial Excel AHP
7
π’ 13. Kelebihan dan Kekurangan AHP
π Tabel Analisis
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Struktur jelas | Perhitungan cukup panjang |
| Mendukung multikriteria | Sulit jika kriteria terlalu banyak |
| Ada uji konsistensi | Membutuhkan ketelitian |
| Mudah divisualisasikan | Pairwise comparison kompleks |
π’ 14. Implementasi AHP di Dunia Nyata
π Pendidikan
- Seleksi beasiswa
- Penilaian dosen
π Bisnis
- Pemilihan supplier
- Prioritas proyek
π Pemerintahan
- Smart city
- Prioritas pembangunan
π Industri
- Evaluasi vendor
- Pemilihan mesin
πΌοΈ Implementasi AHP Nyata
7
π’ 15. Kesalahan Umum dalam AHP
π Kesalahan yang Sering Terjadi
- Salah pairwise comparison
- Tidak konsisten
- Salah normalisasi
- Salah menghitung eigen vector
- CR terlalu besar
π Narasi Penjelasan
Kesalahan dalam pairwise comparison dapat menyebabkan:
- Bobot tidak akurat
- Ranking berubah
- Keputusan salah
π’ 16. Latihan Mahasiswa
π― Latihan Individu
- Jelaskan pengertian AHP.
- Apa fungsi pairwise comparison?
- Mengapa consistency ratio penting?
- Apa fungsi eigen vector?
π― Latihan Praktik
Buat studi kasus:
- Pemilihan smartphone
- Pemilihan tempat PKL
- Pemilihan ketua kelas
Gunakan:
- Minimal 3 kriteria
- Pairwise comparison
- Perhitungan bobot
- Uji konsistensi
π’ 17. Diskusi Kelas
π¬ Topik Diskusi
- Mengapa AHP cocok untuk keputusan kompleks?
- Apa dampak ketidakkonsistenan?
- Kapan AHP lebih baik dibanding SAW dan WP?
π’ 18. Kesimpulan
π Ringkasan Materi
AHP merupakan metode SPK yang:
- Menggunakan struktur hierarki
- Menggunakan pairwise comparison
- Menghasilkan prioritas keputusan
Tahapan utama AHP:
- Menentukan tujuan
- Membuat hierarki
- Pairwise comparison
- Normalisasi
- Menghitung eigen vector
- Uji konsistensi
- Ranking alternatif
AHP sangat cocok digunakan untuk:
- Masalah kompleks
- Banyak kriteria
- Penentuan prioritas keputusan
π Referensi Pembelajaran
Buku
- Decision Support Systems and Intelligent Systems
- Konsep dan Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan
- The Analytic Hierarchy Process
Software Pendukung
- Microsoft Excel
- Google Sheets
- Visual Studio Code