π’ 1. Pendahuluan
Pengumpulan kebutuhan sistem merupakan tahap penting dalam proses analisis dan perancangan sistem. Pada tahap ini analis sistem mengidentifikasi kebutuhan pengguna (user requirements) agar sistem yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Kesalahan dalam pengumpulan kebutuhan dapat menyebabkan:
- Sistem tidak sesuai kebutuhan
- Pemborosan biaya
- Kegagalan proyek
- Sistem sulit digunakan
Oleh karena itu, seorang analis sistem harus memahami teknik dan metode pengumpulan kebutuhan secara benar.
π’ 2. Pengertian Kebutuhan Sistem
π Definisi Kebutuhan Sistem
Kebutuhan sistem adalah spesifikasi atau kemampuan yang harus dimiliki sistem agar dapat memenuhi kebutuhan pengguna dan organisasi.
π Narasi Penjelasan
Kebutuhan sistem menjelaskan:
- Apa yang harus dilakukan sistem
- Data apa yang diperlukan
- Siapa pengguna sistem
- Bagaimana sistem bekerja
Contoh:
Pada sistem akademik:
- Mahasiswa dapat login
- Dosen dapat input nilai
- Admin dapat mengelola jadwal
πΌοΈ Ilustrasi Kebutuhan Sistem
8
π’ 3. Tujuan Pengumpulan Kebutuhan Sistem
π Tujuan Utama
Pengumpulan kebutuhan dilakukan untuk:
- Memahami kebutuhan pengguna
- Menentukan fitur sistem
- Mengurangi kesalahan pengembangan
- Menjadi dasar desain sistem
π Narasi Penjelasan
Tanpa kebutuhan yang jelas:
- Programmer sulit membuat sistem
- User tidak puas
- Banyak revisi
- Proyek terlambat selesai
Kebutuhan sistem menjadi pedoman utama dalam pembangunan aplikasi.
π Manfaat Pengumpulan Kebutuhan
| Manfaat | Penjelasan |
|---|---|
| Sistem sesuai kebutuhan | Mengurangi revisi |
| Efisiensi pengembangan | Proses lebih terarah |
| Mengurangi risiko gagal | Sistem lebih akurat |
| Mempermudah desain | Kebutuhan lebih jelas |
π’ 4. Jenis-Jenis Kebutuhan Sistem
π‘ 4.1 Kebutuhan Fungsional
π Pengertian
Kebutuhan fungsional adalah fungsi atau layanan yang harus dilakukan sistem.
π Narasi Penjelasan
Fokus pada:
- Apa yang sistem kerjakan
- Fitur yang tersedia
- Aktivitas pengguna
π Contoh Kebutuhan Fungsional
| Sistem | Kebutuhan Fungsional |
|---|---|
| Akademik | Login mahasiswa |
| Perpustakaan | Peminjaman buku |
| Penjualan | Cetak struk |
πΌοΈ Ilustrasi Fitur Sistem
7
π‘ 4.2 Kebutuhan Non-Fungsional
π Pengertian
Kebutuhan non-fungsional adalah kebutuhan yang berkaitan dengan kualitas sistem.
π Narasi Penjelasan
Meliputi:
- Keamanan
- Kecepatan
- Tampilan
- Kapasitas
- Reliability
π Contoh Kebutuhan Non-Fungsional
| Aspek | Contoh |
|---|---|
| Security | Login menggunakan password |
| Performance | Sistem respon < 3 detik |
| Usability | Mudah digunakan |
| Backup | Data tersimpan otomatis |
πΌοΈ Ilustrasi Keamanan dan Performa Sistem
6
π’ 5. Teknik Pengumpulan Kebutuhan Sistem
π‘ 5.1 Observasi
π Pengertian Observasi
Observasi adalah teknik mengamati langsung proses kerja organisasi.
π Narasi Penjelasan
Analis sistem melihat:
- Aktivitas pengguna
- Dokumen yang digunakan
- Alur kerja
- Kendala yang terjadi
π Kelebihan dan Kekurangan Observasi
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Data nyata | Memerlukan waktu |
| Memahami proses langsung | User bisa tidak nyaman |
πΌοΈ Ilustrasi Observasi Sistem
10
π‘ 5.2 Wawancara
π Pengertian Wawancara
Wawancara adalah teknik pengumpulan kebutuhan dengan bertanya langsung kepada pengguna.
π Narasi Penjelasan
Tujuan wawancara:
- Mengetahui kebutuhan user
- Mengidentifikasi masalah
- Mendapatkan masukan sistem baru
π Contoh Pertanyaan Wawancara
| Pertanyaan | Tujuan |
|---|---|
| Apa kendala sistem saat ini? | Menemukan masalah |
| Fitur apa yang dibutuhkan? | Menentukan kebutuhan |
| Siapa pengguna sistem? | Identifikasi user |
πΌοΈ Ilustrasi Wawancara Sistem
7
π‘ 5.3 Kuesioner
π Pengertian Kuesioner
Kuesioner adalah daftar pertanyaan tertulis untuk mendapatkan informasi dari banyak pengguna.
π Narasi Penjelasan
Kuesioner digunakan jika:
- User banyak
- Lokasi berbeda
- Ingin data cepat
π Contoh Pertanyaan Kuesioner
| Pertanyaan | Skala |
|---|---|
| Apakah sistem mudah digunakan? | 1β5 |
| Apakah sistem cepat? | 1β5 |
πΌοΈ Ilustrasi Kuesioner Digital
7
π‘ 5.4 Studi Dokumentasi
π Pengertian
Mempelajari dokumen yang digunakan organisasi.
π Narasi Penjelasan
Dokumen yang dianalisis:
- Formulir
- Laporan
- SOP
- Arsip data
π Contoh Dokumen
| Dokumen | Fungsi |
|---|---|
| Form pendaftaran | Input data |
| Laporan penjualan | Informasi bisnis |
| SOP kerja | Aturan proses |
πΌοΈ Ilustrasi Dokumentasi Sistem
8
π’ 6. Tahapan Pengumpulan Kebutuhan
π Tahapan
- Identifikasi pengguna
- Menentukan teknik pengumpulan
- Pengumpulan data
- Analisis kebutuhan
- Dokumentasi kebutuhan
π Narasi Penjelasan
Tahapan dilakukan secara sistematis agar data yang diperoleh:
- Lengkap
- Akurat
- Sesuai kondisi nyata
πΌοΈ Diagram Tahapan Kebutuhan Sistem
8
π’ 7. Stakeholder Sistem
π Pengertian Stakeholder
Stakeholder adalah pihak yang terlibat atau terdampak oleh sistem.
π Narasi Penjelasan
Stakeholder dapat berupa:
- Admin
- User
- Manajer
- Pelanggan
- Programmer
Semua stakeholder harus dilibatkan agar kebutuhan sistem lengkap.
π Jenis Stakeholder
| Stakeholder | Peran |
|---|---|
| User | Menggunakan sistem |
| Admin | Mengelola sistem |
| Manajer | Pengambil keputusan |
| Programmer | Pengembang sistem |
πΌοΈ Ilustrasi Stakeholder Sistem
7
π’ 8. Dokumentasi Kebutuhan Sistem
π Software Requirement Specification (SRS)
SRS adalah dokumen resmi kebutuhan sistem.
π Narasi Penjelasan
Isi SRS:
- Deskripsi sistem
- Kebutuhan fungsional
- Kebutuhan non-fungsional
- Hak akses user
- Diagram sistem
π Struktur Dokumen SRS
| Bagian | Isi |
|---|---|
| Pendahuluan | Gambaran sistem |
| Kebutuhan | Fitur sistem |
| Desain awal | Diagram sistem |
| User | Hak akses pengguna |
πΌοΈ Ilustrasi Dokumentasi Sistem
6
π’ 9. Studi Kasus Pengumpulan Kebutuhan
π Studi Kasus Sistem Akademik
Masalah
- Input nilai manual
- Jadwal sering bentrok
- Mahasiswa sulit melihat nilai
Kebutuhan Sistem
Fungsional
- Login user
- Input nilai
- Cetak KHS
- Jadwal online
Non-Fungsional
- Sistem online 24 jam
- Data aman
- Tampilan mudah digunakan
πΌοΈ Ilustrasi Sistem Akademik
6
π’ 10. Tutorial Praktikum
π» Praktikum 1 β Simulasi Wawancara
π― Tujuan
Mahasiswa mampu melakukan pengumpulan kebutuhan.
π Langkah Praktikum
Langkah 1
Bentuk kelompok.
Langkah 2
Tentukan studi kasus:
- Perpustakaan
- Penjualan
- Akademik
Langkah 3
Buat daftar pertanyaan wawancara.
Langkah 4
Simulasikan wawancara user.
π Contoh Pertanyaan
| No | Pertanyaan |
|---|---|
| 1 | Apa kendala sistem saat ini? |
| 2 | Fitur apa yang dibutuhkan? |
| 3 | Siapa pengguna sistem? |
π» Praktikum 2 β Membuat Dokumen Kebutuhan
π― Tujuan
Mahasiswa mampu menyusun kebutuhan sistem.
π Langkah Praktikum
- Tentukan sistem.
- Identifikasi:
- Kebutuhan fungsional
- Kebutuhan non-fungsional
- Susun tabel kebutuhan.
π Contoh Dokumen Kebutuhan
| Jenis | Kebutuhan |
|---|---|
| Fungsional | Login user |
| Non-Fungsional | Data terenkripsi |
π’ 11. Latihan Mahasiswa
π― Latihan Individu
- Jelaskan pengertian kebutuhan sistem!
- Apa perbedaan kebutuhan fungsional dan non-fungsional?
- Sebutkan teknik pengumpulan kebutuhan!
- Apa fungsi SRS?
π― Latihan Kelompok
Buat analisis kebutuhan:
- Sistem perpustakaan
- Sistem absensi
- Sistem penjualan
Buat:
- Stakeholder
- Kebutuhan fungsional
- Kebutuhan non-fungsional
- Pertanyaan wawancara
π’ 12. Diskusi Kelas
π Topik Diskusi
- Mengapa kebutuhan sistem harus jelas?
- Apa akibat jika user tidak dilibatkan?
- Teknik pengumpulan mana yang paling efektif?
π’ 13. Kesimpulan
π Ringkasan Materi
Pengumpulan kebutuhan sistem merupakan tahap penting dalam pengembangan sistem informasi.
Teknik yang digunakan:
- Observasi
- Wawancara
- Kuesioner
- Dokumentasi
Kebutuhan sistem dibagi menjadi:
- Kebutuhan fungsional
- Kebutuhan non-fungsional
Dokumentasi kebutuhan membantu pengembangan sistem menjadi lebih terarah dan sesuai kebutuhan pengguna.
π― Capaian Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini mahasiswa mampu:
β
Memahami konsep kebutuhan sistem
β
Membedakan kebutuhan fungsional dan non-fungsional
β
Menggunakan teknik pengumpulan kebutuhan
β
Melakukan wawancara dan observasi
β
Menyusun dokumen kebutuhan sistem
β
Menganalisis kebutuhan pengguna secara sistematis