π― Capaian Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa diharapkan mampu:
- Memahami struktur dasar sistem komputer
- Menjelaskan arsitektur sistem operasi
- Memahami konsep system call
- Membedakan mode kernel dan mode user
- Menganalisis kelebihan dan kekurangan berbagai arsitektur OS
1. π§± Struktur Dasar Sistem Komputer
Struktur sistem komputer terdiri dari tiga komponen utama:
- Hardware (Perangkat Keras)
- Operating System (Sistem Operasi)
- User / Aplikasi (Perangkat Lunak)
πΌοΈ Diagram Struktur Sistem Komputer
6
π§ Narasi:
- Hardware adalah fondasi (CPU, RAM, disk, dll)
- Sistem Operasi bertindak sebagai pengatur dan penghubung
- Aplikasi/User adalah pihak yang menggunakan sistem
π Tanpa OS, aplikasi tidak dapat berinteraksi langsung dengan hardware secara efisien.
2. ποΈ Struktur Internal Sistem Operasi
Struktur internal OS menggambarkan bagaimana komponen dalam OS saling berinteraksi.
πΌοΈ Struktur Internal OS
8
Komponen Utama:
2.1 Kernel
Bagian inti dari OS yang:
- Mengatur CPU
- Mengelola memori
- Mengontrol perangkat
2.2 System Call Interface
Jembatan antara aplikasi dan kernel.
2.3 Shell / User Interface
Media interaksi user dengan sistem:
- CLI (Command Line Interface)
- GUI (Graphical User Interface)
2.4 Device Driver
Penghubung antara OS dan perangkat keras.
2.5 File System
Mengatur penyimpanan dan akses data.
3. π§© Arsitektur Sistem Operasi
Arsitektur OS adalah cara OS dirancang dan diorganisasi.
ποΈ 3.1 Monolithic Architecture
πΌοΈ Monolithic OS
6
π§ Penjelasan:
Semua komponen OS berada dalam satu kernel besar.
β Kelebihan:
- Cepat (karena tidak banyak komunikasi antar modul)
- Performa tinggi
β Kekurangan:
- Sulit dikembangkan
- Rentan error (satu error bisa merusak sistem)
π§± 3.2 Layered Architecture
πΌοΈ Layered OS
7
π§ Penjelasan:
OS dibagi menjadi beberapa lapisan (layer).
β Kelebihan:
- Mudah dikembangkan
- Modular
β Kekurangan:
- Lebih lambat karena komunikasi antar layer
𧬠3.3 Microkernel Architecture
πΌοΈ Microkernel OS
7
π§ Penjelasan:
Kernel dibuat sangat kecil, hanya fungsi penting saja.
β Kelebihan:
- Lebih aman
- Stabil
β Kekurangan:
- Overhead komunikasi tinggi
βοΈ 3.4 Modular Architecture
π§ Penjelasan:
Menggunakan modul yang bisa ditambah/dikurangi.
Contoh:
- Linux (loadable kernel modules)
βοΈ 3.5 Hybrid Architecture
π§ Penjelasan:
Gabungan monolithic dan microkernel.
Contoh:
- Windows
- macOS
π Perbandingan Arsitektur OS
| Arsitektur | Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|---|
| Monolithic | Cepat | Sulit maintenance |
| Layered | Modular | Lambat |
| Microkernel | Aman & stabil | Overhead tinggi |
| Modular | Fleksibel | Kompleks |
| Hybrid | Seimbang | Desain rumit |
4. π System Call
System call adalah cara program berinteraksi dengan OS.
πΌοΈ Diagram System Call
7
π§ Narasi:
Saat aplikasi ingin:
- Membuka file
- Mengakses memori
- Menggunakan perangkat
β‘ Aplikasi akan memanggil system call
Jenis System Call:
- File management
- Process control
- Device management
- Information maintenance
5. π Mode Kernel dan Mode User
πΌοΈ Diagram Mode OS
7
5.1 User Mode
- Mode untuk aplikasi
- Akses terbatas
5.2 Kernel Mode
- Mode untuk OS
- Akses penuh ke hardware
π§ Narasi:
Pemisahan ini penting untuk:
- Keamanan
- Stabilitas sistem
6. π Alur Kerja Sistem Operasi
πΌοΈ Workflow OS
7
Langkah:
- User memberi perintah
- Aplikasi menerima input
- System call ke OS
- Kernel memproses
- Hardware dijalankan
- Output ke user
7. π§ Studi Kasus
Kasus:
Mahasiswa membuka file di laptop
π Analisis:
- Aplikasi memanggil system call
- OS mengakses file system
- Kernel berkomunikasi dengan disk
- Data dikirim ke aplikasi
8. π Latihan / Diskusi
- Apa perbedaan monolithic dan microkernel?
- Mengapa system call diperlukan?
- Jelaskan perbedaan kernel mode dan user mode!
- Sebutkan kelebihan layered architecture!
π― Kesimpulan
- Struktur OS menentukan cara kerja sistem
- Arsitektur OS mempengaruhi performa dan keamanan
- System call adalah jembatan aplikasi dan kernel
- Pemisahan mode meningkatkan stabilitas
π Pengembangan Materi Selanjutnya
Materi berikutnya:
β‘ Manajemen Proses
β‘ Penjadwalan CPU
β‘ Sinkronisasi