1. Pengertian Web Development Lifecycle
Web Development Lifecycle (WDLC) adalah tahapan sistematis dalam membangun website atau aplikasi web mulai dari perencanaan hingga pemeliharaan.
📌 Tujuan:
- Menghasilkan website yang berkualitas
- Meminimalkan kesalahan
- Memastikan kebutuhan user terpenuhi
2. Tahapan Web Development Lifecycle
Secara umum, WDLC terdiri dari 7 tahap utama:
- Planning (Perencanaan)
- Analysis (Analisis Kebutuhan)
- Design (Perancangan)
- Development (Pengembangan)
- Testing (Pengujian)
- Deployment (Implementasi)
- Maintenance (Pemeliharaan)
3. Tahap 1: Planning (Perencanaan)
Tujuan:
Menentukan arah dan tujuan website
Aktivitas:
- Identifikasi tujuan website
- Menentukan target pengguna
- Menentukan fitur utama
- Analisis kompetitor
Contoh:
Website kampus:
- Menampilkan informasi akademik
- Target: mahasiswa & calon mahasiswa
4. Tahap 2: Analysis (Analisis Kebutuhan)
Jenis kebutuhan:
a. Kebutuhan Fungsional
- Login user
- Form pendaftaran
- Sistem komentar
b. Kebutuhan Non-Fungsional
- Kecepatan akses
- Keamanan
- Responsif (mobile-friendly)
5. Tahap 3: Design (Perancangan)
a. UI (User Interface)
- Tampilan visual
- Warna, font, layout
b. UX (User Experience)
- Kemudahan penggunaan
- Navigasi jelas
c. Tools desain:
- Figma
- Adobe XD
d. Output desain:
- Wireframe
- Mockup
- Sitemap
6. Tahap 4: Development (Pengembangan)
Aktivitas:
- Coding frontend & backend
- Integrasi database
Dalam WordPress:
- Instalasi WordPress
- Setup theme
- Install plugin
- Custom halaman
7. Tahap 5: Testing (Pengujian)
Jenis testing:
a. Functional Testing
- Semua fitur berjalan
b. Usability Testing
- Mudah digunakan
c. Performance Testing
- Kecepatan loading
d. Security Testing
- Proteksi dari serangan
8. Tahap 6: Deployment (Implementasi)
Aktivitas:
- Upload ke hosting
- Setting domain
- Konfigurasi server
Tools:
- cPanel
- FTP
- Hosting provider
9. Tahap 7: Maintenance (Pemeliharaan)
Aktivitas:
- Update sistem
- Backup data
- Perbaikan bug
- Penambahan fitur
10. Diagram Web Development Lifecycle
Planning → Analysis → Design → Development → Testing → Deployment → Maintenance → (loop)
📌 Siklus ini bersifat iteratif (berulang)
11. Penerapan WDLC pada WordPress
Contoh: Website UMKM
Planning:
- Tujuan: jual produk online
Analysis:
- Fitur:
- Katalog produk
- Checkout
Design:
- Pilih theme e-commerce
Development:
- Install WordPress
- Install plugin WooCommerce
Testing:
- Coba transaksi
Deployment:
- Hosting online
Maintenance:
- Update plugin & produk
12. Perbandingan WDLC dengan SDLC
| WDLC | SDLC |
|---|---|
| Fokus web | Umum software |
| Lebih cepat | Lebih kompleks |
| Iteratif | Bisa linear |
13. Kesalahan Umum dalam WDLC
- Tidak melakukan analisis kebutuhan
- Desain tidak sesuai user
- Tidak testing
- Tidak backup
- Mengabaikan keamanan
14. Best Practices
- Gunakan version control (Git)
- Mobile-first design
- Optimasi SEO
- Gunakan CMS (WordPress)
- Dokumentasi lengkap
15. Latihan Mahasiswa
Latihan 1
Identifikasi tahapan WDLC dari website terkenal
Latihan 2
Buat perencanaan website:
- Tentukan tujuan
- Target user
- Fitur utama