1. Pengertian Analisis Kebutuhan Sistem
9
π Deskripsi
Analisis Kebutuhan Sistem adalah proses mengidentifikasi, memahami, dan mendokumentasikan kebutuhan pengguna terhadap sistem yang akan dikembangkan.
π§ Narasi Penjelasan
Tahap ini merupakan fondasi utama dalam pengembangan sistem.
Jika kebutuhan tidak dianalisis dengan baik, maka sistem yang dibuat berisiko:
- Tidak sesuai kebutuhan
- Sulit digunakan
- Gagal diimplementasikan
π Prinsip utama: Bangun sistem yang benar, bukan hanya sistem yang bisa berjalan.
2. Tujuan Analisis Kebutuhan Sistem
π Deskripsi
Tujuan utama analisis kebutuhan:
π§ Narasi Penjelasan
- Memahami masalah yang ada
- Menentukan kebutuhan pengguna
- Mengurangi risiko kesalahan sistem
- Menjadi dasar desain sistem
π Analisis yang baik akan menghemat waktu dan biaya di tahap berikutnya.
3. Jenis Kebutuhan Sistem
6
π Deskripsi
Kebutuhan sistem terbagi menjadi:
π§ Narasi Penjelasan
π Tabel Jenis Kebutuhan:
| Jenis | Penjelasan | Contoh |
|---|---|---|
| Fungsional | Apa yang sistem lakukan | Login, input data |
| Non-Fungsional | Kualitas sistem | Keamanan, performa |
π Keduanya sama pentingnya dalam pengembangan sistem.
4. Stakeholder dalam Analisis Sistem
8
π Deskripsi
Stakeholder adalah pihak yang terlibat atau terdampak oleh sistem.
π§ Narasi Penjelasan
Contoh stakeholder:
- User (pengguna)
- Manajer
- Developer
- Administrator
π Memahami stakeholder penting agar kebutuhan sistem lengkap dan tepat.
5. Teknik Pengumpulan Kebutuhan
7
π Deskripsi
Metode untuk mengumpulkan kebutuhan sistem.
π§ Narasi Penjelasan
π Teknik:
| Teknik | Penjelasan |
|---|---|
| Interview | Wawancara pengguna |
| Observasi | Mengamati proses |
| Kuesioner | Survei |
| Dokumentasi | Analisis dokumen |
π Kombinasi teknik menghasilkan data yang lebih akurat.
6. Analisis Proses Bisnis
7
π Deskripsi
Analisis proses bisnis adalah memahami alur kerja organisasi.
π§ Narasi Penjelasan
Jenis analisis:
- As-Is β sistem saat ini
- To-Be β sistem yang diharapkan
π Analisis ini membantu menemukan masalah dan peluang perbaikan.
7. Use Case Diagram
7
π Deskripsi
Use case diagram menggambarkan interaksi antara pengguna dan sistem.
π§ Narasi Penjelasan
Komponen:
- Actor β pengguna
- Use case β aktivitas
π Digunakan untuk memvisualisasikan kebutuhan fungsional.
8. Data Flow Diagram (DFD)
7
π Deskripsi
DFD menggambarkan aliran data dalam sistem.
π§ Narasi Penjelasan
Komponen:
- Proses
- Data store
- Entitas luar
- Aliran data
π Membantu memahami bagaimana data diproses.
9. Entity Relationship Diagram (ERD)
7
π Deskripsi
ERD digunakan untuk merancang struktur database.
π§ Narasi Penjelasan
Komponen:
- Entitas
- Atribut
- Relasi
π ERD menjadi dasar pembuatan database.
10. Spesifikasi Kebutuhan Sistem (SRS)
π Deskripsi
SRS adalah dokumen resmi kebutuhan sistem.
π§ Narasi Penjelasan
Isi SRS:
- Deskripsi sistem
- Kebutuhan fungsional
- Kebutuhan non-fungsional
π SRS menjadi acuan pengembangan.
11. Validasi dan Verifikasi Kebutuhan
π Deskripsi
Proses memastikan kebutuhan benar dan sesuai.
π§ Narasi Penjelasan
- Validasi β sesuai kebutuhan user
- Verifikasi β sesuai spesifikasi
π Menghindari kesalahan sejak awal.
12. Tantangan Analisis Kebutuhan
π Deskripsi
Masalah yang sering terjadi.
π§ Narasi Penjelasan
- Kebutuhan tidak jelas
- Perubahan kebutuhan
- Komunikasi buruk
- Keterbatasan waktu
13. Best Practice Analisis Kebutuhan
π Deskripsi
Cara melakukan analisis yang baik.
π§ Narasi Penjelasan
- Libatkan stakeholder
- Gunakan dokumentasi
- Lakukan komunikasi aktif
- Validasi kebutuhan
14. Studi Kasus Sederhana
π Sistem Akademik
| Kebutuhan | Contoh |
|---|---|
| Fungsional | Input KRS |
| Non-Fungsional | Sistem cepat & aman |
15. Kesimpulan
- Analisis kebutuhan adalah tahap paling penting
- Menentukan keberhasilan sistem
- Harus dilakukan secara sistematis
- Melibatkan semua stakeholder
π― Latihan / Diskusi
- Jelaskan perbedaan kebutuhan fungsional dan non-fungsional!
- Apa fungsi use case diagram?
- Mengapa analisis kebutuhan penting?
π Tugas
Buat analisis kebutuhan:
- Pilih sistem sederhana (kampus / toko)
- Buat:
- Kebutuhan fungsional
- Use case
- DFD sederhana