π’ 1. Pengantar Virtualisasi & Container
6
Virtualisasi dan container adalah teknologi inti dalam cloud computing yang memungkinkan penggunaan sumber daya secara efisien.
- Virtualisasi β Membagi satu server fisik menjadi banyak mesin virtual
- Container β Menjalankan aplikasi dalam lingkungan ringan dan terisolasi
π Narasi:
Jika server adalah sebuah gedung:
- Virtualisasi = membagi gedung menjadi banyak apartemen
- Container = membuat ruang modular yang ringan dan fleksibel
π‘ 2. Konsep Dasar Virtualisasi
6
π Definisi
Virtualisasi adalah teknologi yang memungkinkan satu perangkat keras (hardware) menjalankan beberapa sistem operasi secara bersamaan.
π Komponen:
| Komponen | Fungsi |
|---|---|
| Host Machine | Server fisik |
| Hypervisor | Pengelola VM |
| Guest OS | OS dalam VM |
| VM (Virtual Machine) | Mesin virtual |
π Narasi:
Virtualisasi memaksimalkan penggunaan server sehingga tidak ada resource yang terbuang.
π‘ 3. Hypervisor
6
π Jenis Hypervisor:
| Jenis | Deskripsi | Contoh |
|---|---|---|
| Type 1 (Bare Metal) | Langsung di hardware | VMware ESXi |
| Type 2 (Hosted) | Di atas OS | VirtualBox |
π Narasi:
Hypervisor adalah βmanajerβ yang mengatur pembagian resource ke VM.
π‘ 4. Virtual Machine (VM)
6
π Karakteristik:
- Memiliki OS sendiri
- Isolasi tinggi
- Menggunakan resource lebih besar
π Narasi:
VM seperti komputer lengkap di dalam komputer lain.
π‘ 5. Kelebihan & Kekurangan Virtualisasi
β Kelebihan:
- Efisiensi resource
- Isolasi tinggi
- Fleksibilitas
β Kekurangan:
- Overhead tinggi
- Booting lambat
- Membutuhkan resource besar
π Narasi:
Virtualisasi kuat tetapi tidak selalu efisien untuk aplikasi modern.
π‘ 6. Pengenalan Container
7
π Definisi
Container adalah teknologi untuk menjalankan aplikasi dalam lingkungan terisolasi tanpa OS penuh.
π Tools:
- Docker
- Kubernetes
π Narasi:
Container hanya membawa aplikasi dan dependensinya, sehingga lebih ringan.
π‘ 7. Arsitektur Container
6
π Komponen:
| Komponen | Fungsi |
|---|---|
| Container Engine | Menjalankan container |
| Image | Template aplikasi |
| Container | Instance dari image |
| Registry | Penyimpanan image |
π Narasi:
Container berjalan di atas OS host tanpa perlu OS sendiri seperti VM.
π‘ 8. Perbedaan Virtualisasi vs Container
5
π Tabel Perbandingan:
| Aspek | Virtual Machine | Container |
|---|---|---|
| OS | Full OS | Shared OS |
| Ukuran | Besar | Kecil |
| Startup | Lambat | Cepat |
| Resource | Berat | Ringan |
| Isolasi | Tinggi | Sedang |
π Narasi:
Container lebih efisien, sedangkan VM lebih aman dan terisolasi.
π‘ 9. Container Orchestration
6
π Definisi:
Orchestration adalah pengelolaan banyak container secara otomatis.
π Fungsi:
- Scaling
- Load balancing
- Deployment otomatis
π Narasi:
Tanpa orchestration, container sulit dikelola dalam skala besar.
π‘ 10. Microservices Architecture
6
π Konsep:
Aplikasi dibagi menjadi layanan kecil (microservices).
π Narasi:
Setiap service berjalan dalam container terpisahβlebih fleksibel dan scalable.
π‘ 11. Studi Kasus
π― Kasus:
Perusahaan ingin deploy aplikasi web modern.
π‘ Solusi:
- Gunakan container (Docker)
- Deploy di Kubernetes
- Skalakan otomatis
π Narasi:
Container memungkinkan deployment cepat dan konsisten.
π‘ 12. Tutorial Praktikum (Hands-on Docker)
π Praktikum: Menjalankan Container
πΉ Instalasi Docker:
- Download Docker Desktop
- Install & jalankan
πΉ Menjalankan Container:
docker run hello-world
πΉ Menjalankan Web Server:
docker run -d -p 80:80 nginx
πΉ Cek di Browser:
http://localhost
π Narasi:
Mahasiswa langsung melihat bagaimana aplikasi berjalan dalam container.
π‘ 13. Diagram Ringkasan
Hardware β Hypervisor β VM β OS β App
Hardware β OS β Container Engine β Container β App
π’ 14. Kesimpulan
- Virtualisasi dan container adalah fondasi cloud modern
- VM menawarkan isolasi tinggi
- Container menawarkan efisiensi tinggi
- Container + Kubernetes menjadi standar industri
π― Latihan & Diskusi
- Jelaskan perbedaan VM dan container!
- Mengapa container lebih cepat dari VM?
- Apa fungsi Kubernetes?
- Kapan menggunakan VM dibanding container?