π’ 1. Pengantar Komputasi di Cloud
8
Komputasi di Cloud adalah penggunaan sumber daya komputasi seperti CPU, RAM, dan server melalui internet tanpa harus memiliki perangkat fisik sendiri.
π Contoh layanan:
- Virtual Machine
- Container
- Serverless Computing
π Narasi:
Jika dulu kita harus membeli server, sekarang cukup βmenyewaβ komputasi dari cloud sesuai kebutuhan.
π‘ 2. Konsep Dasar Komputasi Cloud
7
π Karakteristik:
| Konsep | Penjelasan |
|---|---|
| On-demand | Sumber daya tersedia kapan saja |
| Elasticity | Dapat menyesuaikan kebutuhan |
| Pay-as-you-go | Bayar sesuai pemakaian |
π Narasi:
Komputasi cloud bersifat fleksibel dan efisien dibandingkan sistem tradisional.
π‘ 3. Virtual Machine (VM)
7
π Definisi
Virtual Machine adalah server virtual yang berjalan di cloud.
π Contoh:
- Amazon Web Services EC2
- Google Cloud Platform Compute Engine
π Karakteristik:
- Memiliki OS sendiri
- Fleksibel
- Dapat dikonfigurasi
π Narasi:
VM adalah bentuk komputasi paling umum di cloud.
π‘ 4. Auto Scaling
7
π Definisi
Auto Scaling adalah kemampuan sistem untuk menambah atau mengurangi resource secara otomatis.
π Fungsi:
- Menjaga performa
- Menghemat biaya
π Narasi:
Saat traffic meningkat, server otomatis bertambahβtanpa campur tangan manusia.
π‘ 5. Load Balancing
7
π Definisi
Load Balancer mendistribusikan traffic ke beberapa server.
π Tujuan:
- Mencegah overload
- Meningkatkan ketersediaan
π Narasi:
Load balancer seperti petugas yang mengatur antrean agar tidak menumpuk di satu tempat.
π‘ 6. Serverless Computing
6
π Definisi
Serverless adalah model komputasi di mana user tidak perlu mengelola server.
π Contoh:
- AWS Lambda
- Google Cloud Functions
π Karakteristik:
- Event-driven
- Otomatis scaling
- Biaya per eksekusi
π Narasi:
Fokus hanya pada kodeβserver ditangani oleh provider.
π‘ 7. Container-based Computing
6
π Teknologi:
- Docker
- Kubernetes
π Keunggulan:
- Ringan
- Cepat
- Mudah di-deploy
π Narasi:
Container menjadi standar modern dalam komputasi cloud.
π‘ 8. Perbandingan Model Komputasi
6
π Tabel Perbandingan:
| Aspek | VM | Container | Serverless |
|---|---|---|---|
| Kontrol | Tinggi | Sedang | Rendah |
| Setup | Kompleks | Sedang | Mudah |
| Scaling | Manual | Semi-auto | Otomatis |
| Biaya | Tetap | Efisien | Per request |
π Narasi:
Setiap model memiliki kelebihan masing-masing sesuai kebutuhan.
π‘ 9. High Availability & Fault Tolerance
5
π Konsep:
- Redundansi
- Failover
- Multi-region
π Narasi:
Cloud dirancang untuk tetap berjalan meskipun terjadi kegagalan.
π‘ 10. Studi Kasus
π― Kasus: Website E-Commerce
π Arsitektur:
- VM β server utama
- Load Balancer β distribusi traffic
- Auto Scaling β handle lonjakan user
- Serverless β notifikasi
π Narasi:
Semua layanan komputasi bekerja bersama untuk menjaga performa.
π‘ 11. Tutorial Praktikum
π Praktikum: Membuat VM & Web Server
πΉ Langkah:
- Masuk ke Google Cloud Platform
- Pilih Compute Engine
- Create Instance
- Install web server:
sudo apt update
sudo apt install nginx
- Akses IP publik di browser
π Praktikum Serverless
πΉ Langkah:
- Masuk ke Cloud Functions
- Buat function baru
- Tambahkan kode sederhana
- Deploy dan uji
π Narasi:
Mahasiswa akan memahami dua pendekatan komputasi berbeda: VM dan serverless.
π‘ 12. Diagram Ringkasan
User β Load Balancer β VM / Container / Serverless β Database
π’ 13. Keunggulan Komputasi Cloud
- Fleksibel
- Skalabel
- Hemat biaya
- Cepat deploy
π’ 14. Tantangan
- Biaya tidak terkontrol
- Kompleksitas sistem
- Keamanan
π’ 15. Kesimpulan
- Komputasi cloud menyediakan berbagai model: VM, container, serverless
- Auto scaling dan load balancing penting untuk performa
- Cloud memungkinkan sistem berjalan fleksibel dan efisien
π― Latihan & Diskusi
- Apa perbedaan VM dan serverless?
- Mengapa auto scaling penting?
- Apa fungsi load balancer?
- Kapan menggunakan container?